Friday, 10 May 2019

5 Permainan Anak yang Dulu Favorit Saat Ramadan Atau Bulan Puasa

Bagi Anda yang lahir pada dekade 1980 sampai 2000-an, tentu punya kenangan tersendiri saat menjalani bulan Ramadan tiba. Terutama saat menjelang datangnya iftor alias ngabuburit, banyak anak-anak punya hiburan tersendiri yang mungkin tak pernah ditemui lagi saat ini.

Saat itu, hampir di tiap halaman rumah, sekolah bahkan area bermain terbuka, dengan mudah kita menemukan sejumlah anak-anak tengah bermain ludo, bola bekel, congklak, monopoli, atau ular tangga.

Namun permainan anak-anak itu tinggal kenangan. Munculnya beragam gagdet termasuk smartphone telah mengubah kondisi semua itu. Persahabatan kini tak lagi dilakukan dengan bertatap muka atau berinteraksi langsung seperti dulu. Perkawanan saat ini sepertinya cukup sebatas di media sosial.

Termasuk dengan permainan yang dulu jadi media untuk kita saling berinteraksi dan bersosialisasi secara langsung, kini tergantikan begitu saja oleh gadget. Saat ini permainan cukup sekali instal di gadget yang kita punya.

Pengamat sosial budaya, Heri Muhammad Tohari, mengatakan terjadinya pergeseran budaya dari permainan tradisional ke dalam permainan virtual yang dinikmati lewat media smartphoneatau sejenisnya, akibat semakin kuatnya pengaruh kemajuan teknologi.

"Adanya dominasi high technology pada akhirnya menggusur manusia modern dari awalnya menggunakan hak publik berubah ke hak private," ujar Heri, Rabu (31/5/2017).

Kandidat Doktor sosiolog Universitas Padjajaran Bandung ini menambahkan semakin besarnya pengaruh teknologi ikut mengubah perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dulu di Sunda dalam permainan anak-anak ada istilah spintrong, sorodot gaplok, ular tangga, bola bekel yang dimainkan secara bersama-sama.

"Namun sekarang mana ada, sudah ada penggantinya media sosial," ujar dia.

Untuk mempertahankan tradisi permainan anak-anak tersebut, pemerintah harus peka terhadap desakan kemajuan teknologi. Manusia tidak bisa melawan zaman, tapi manusia pun tidak bisa meninggalkan kearifan lokal begitu saja.

"Harus saling melengkapi, bukan sebaliknya, saling mengalahkan," ujar dia.

Permainan-permainan tradisional ini memang seperti tinggal kenangan. Anak di zaman sekarang rasa-rasanya mungkin tidak pernah melihat, apalagi mengetahui kalau dulu ada permainan-permainan semacam ini.
Waktu terus berjalan. Zaman berganti. Tapi kelima permainan tradisional anak-anak ini patut dikenang kembali oleh kita yang terlahir di era 1980 sampai 2000-an.
Berikut lima permainan tradisional yang pernah sangat digemari anak-anak di dekade 1980 sampai 2000-an sebagai permainan yang kerap dimainkan sambil menunggu waktu berbuka puasa.

1. Ludo
Permainan jadul yang satu ini memang sangat kreatif untuk mengasah kejelian anak. Permainan ini menggunakan papan dan di dalamnya terdapat gambar warna-warni seperti hijau, merah, kuning dan biru.

Permainan Ludo ini bisa dimainkan oleh maksimal empat anak. Permainan ini sangat cocok dimainkan bersama sambil nunggu iftor tiba.

2. Bola Bekel
Permainan tradisional bola bekel ini biasanya dilakukan secara berkelompok, khususnya dimainkan oleh anak-anak perempuan, namun tidak sedikit anak laki-laki pun memainkannya. Untuk menentukan urutan pemain biasanya dilakukan melalui hompilah, jika hanya dua orang cukup lakukan suit.


Anak yang belum mendapat giliran main harus menunggu temannya yang sedang main. Namun inti permainan ini menekankan kompetisi dan ketelitian agar bola tidak lekas jatuh ke lawan di kelompok anda.

Permainan ini menggunakan bola karet serta beberapa biji bekel. Di Jawa Barat biji bekel lebih populer dengan sebutan kuwuk yang jumlahnya sekitar 10-12 biji. Permainan bola bekel dilakukan secara bergilir antarpemain.

Sejatinya permainan ini berasal dari Jawa Timur. Namun di beberapa daerah pun sudah lama dimainkan, seperti di Jawa Barat permainan bola bekel dikenal dengan nama beklen yang berarti bekal. Memang ada beda penyebutan istilah permainan ini di tiap daerahnya. Namun beklen atau bekel sejatinya berasal dari bahasa Belanda, yaitu bikkelen. 

3. Congklak
Congklak adalah permainan tradisional yang telah lama dimainkan di hampir wilayah Indonesia. Dalam prakteknya permainan, semua peserta game mendapat sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak.


Jika tidak ada cangkang kerang, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan dan batu-batu kecil.

4. Monopoli
Permain tradisional sedikit modern ini adalah salah satu permainan papan yang paling terkenal di dunia. Tujuan permainan ini adalah untuk menguasai semua petak di atas papan melalui pembelian, penyewaan, dan pertukaran properti dalam sistem ekonomi yang disederhanakan.

Untuk mendapatkan harta yang berupa nilai mata uang dalam bentuk mainan, setiap pemain bakal melemparkan dadu secara bergiliran untuk memindahkan bidaknya, dan apabila ia mendarat di petak yang belum dimiliki oleh pemain lain, maka pemain tersebut dapat membeli petak itu sesuai harga yang tertera.

Namum bila petak itu sudah dibeli pemain lain, ia harus membayar pemain itu uang sewa yang jumlahnya juga sudah ditetapkan.

5. Ular Tangga
Permainan ini merupakan permainan papan untuk anak-anak yang dimainkan oleh dua orang atau lebih. Papan permainan dibagi dalam kotak-kotak kecil dan di beberapa kotak digambar sejumlah "tangga" atau "ular" yang menghubungkannya dengan kotak lain. Permainan ini diciptakan pada tahun 1870.

Tidak ada papan permainan standar dalam ular tangga --setiap orang dapat menciptakan papan mereka sendiri dengan jumlah kotak, ular, dan tangga yang berbeda.


Setiap pemain mulai dengan bidaknya di kotak pertama (biasanya kotak di sudut kiri bawah) dan secara bergiliran melemparkan dadu.

Bidak dijalankan sesuai dengan jumlah mata dadu yang muncul. Bila pemain mendarat di ujung bawah sebuah tangga, mereka dapat langsung pergi ke ujung tangga yang lain.

Bila mendarat di kotak dengan ular, mereka harus turun ke kotak di ujung bawah ular. Pemenang adalah pemain pertama yang mencapai kotak terakhir.

Biasanya bila seorang pemain mendapatkan angka 6 dari dadu, mereka mendapat giliran sekali lagi melempar dadu. Bila tidak, maka giliran jatuh ke pemain selanjutnya.

Monday, 29 October 2018

Permainan Ludo

Permainan ludo sangat menarik jika dimainkan beramai-ramai. Board game ini terdiri dari empat warna yang mewakili posisi setiap pemain. Permainan ludo ternyata berasal dari permainan tradisional India bernama Pachisi yang artinya “25”. Permainan ludo diperkirakan telah dimainkan sejak abad ke 6 di wilayah asia bagian selatan.
Ludo, Permainan Klasik dengan Misteri Matematika

Meski konsep game ini berasal dari India, nama ludo sendiri berasal dari bahasa latin yaitu /ˈluːdəʊ, ˈljuː-/ yang artinya “saya bermain”. Konsep permainan yang digunakan masih mirip dengan Pachisi, namun lebih sederhana. Permainan terdiri dari dua hingga empat pemain, setiap pemain berlomba mengarahkan setiap biji dadu ke titik finish dengan langkah sesuai dengan angka dadu. Aturan permainan inilah yang digunakan untuk permainan ludo hingga zaman sekarang.


Overview Gameplay Ludo

Ludo yang kini dikenal dimainkan diatas papan kotak. Posisi setiap pemain terletak di sudut papan dimana setiap sudut dibagi menjadi 3 kolom, dengan setiap kolom dibagi menjadi 6 kotak. Pusat dari papan adalah tujuan akhir permainan yang dibedakan dalam empat segitiga sesuai dengan warna posisi setiap pemain.

Ludo, Permainan Klasik dengan Misteri Matematika

Saat memulai permainan, seluruh biji ludo disusun pada “rumah” yang sesuai dengan warna yang terdapat di sudut papan ludo. Untuk mengeluarkan biji ludo dari rumah tersebut, setiap pemain harus mendapatkan hasil kocokan dadu dengan angka yang sama (beberapa memodifikasi menjadi mendapatkan angka ‘6’, jika bermain dengan satu dadu). Biji ludo berpindah sesuai dengan angka yang keluar dari kocokan dadu mengikuti arah jarum jam. Pemenang ditentukan dengan melihat siapa yang paling pertama meletakkan seluruh biji ludo ke titik akhir.

Ada beberapa versi aturan dari permainan ini. Untuk menambah tingkat keseruan dari permainan, ane dan teman-teman biasanya memberlakukan aturan penalti. Kotak pada papan ludo tidak boleh ditempati oleh dua buah biji (maksudnya kalau ada 2 warna pion yang berbeda dilarang). Jika ini terjadi, maka biji yang lebih dulu menempati akan tertabrak dan mendapat penalti mengulang langkah dari titik awal. Aturan ini sering membalikkan permainan sekaligus menambah keramaian.
Selain itu juga gan kadang ada sistem benteng. Lah apaan tuh? Jadi modifikasi ane sama teman ane kalau ada 2 atau lebih pion yang sama warnanya di satu kotak, maka akan ditumpuk seperti benteng. Jadi kalau ada pion yang mau lewat, wajib menghancurkan pion benteng satu persatu. Artinya mulai dari pion teratas sampai ke bawah


Perkembangan Ludo, Dari Game Sejenis Sampai Bentuk Game di Era Digital

Karena ludo mengadopsi permainan pachisi, terdapat berbagai permainan lainnya yang juga memiliki kemiripan dengan ludo. Pollyana adalah salah satu permainan dengan cara bermain seperti ludo. Permainan ini mengadopsi novel dengan judul serupa. Berbentuk board game, permainan ini sangat mirip dengan ludo kecuali dalam hal karakter dan beberapa aturan permainan.

Selain pollyana, ada juga trouble yang diciptakan oleh Peyo. Permainan ini memiliki aturan yang serupa dengan ludo, namun memiliki perbedaan bentuk papan dan gimmick permainan. Ada juga permainan lainnya dengan mengandalkan popularitas tokoh kartun, seperti mickey mouse dan casper, dengan gameplay serupa Ludo. Game seperti casper the friendly ghost game, atau mickey mouse coming home game merupakan bentuk adaptasi permainan ludo dengan memanfaatkan tokoh kartun.

Ludo, Permainan Klasik dengan Misteri Matematika

Ada juga permainan yang terinspirasi dari nama ludo bernama “cluedo”. Nama permainan ini berasal dari kombinasi kata “clue” dan “ludo”. Dipatenkan pada tahun 1944 oleh Anthony E. Pratt, cluedo merupakan board game bertema detektif yang tidak sepenuhnya mengadopsi gameplay dari pachisi. Pemain memainkan karakter tertentu sesuai tugasnya masing-masing dengan menggunakan tiga set kartu: korban, senjata, dan ruangan.

Ludo juga terus berkembang di era teknologi digital. Versi digital dari permainan ini dikembangkan dalam bentuk apps dengan berbagai variasi. Jenis permainan ludo berbentuk board game kini banyak dijumpai di smartphone. Selain itu, ada juga developer kreatif yang mengembangkan game ini menjadi lebih bertema dan menarik untuk dimainkan secara digital.

Ludo, Permainan Klasik dengan Misteri Matematika

Game digital ini bernama Mr.Ludo dimana biji ludo dikembangkan menjadi sosok dengan wajah dan kepribadian tertentu. Mr. Ludo digambarkan sebagai sosok manajer yang harus menyelesaikan rutinitas hariannya. Tim yang dipimpin mr.ludo hanya ingin menyelesaikan pekerjaan enggan lebih cepat sehingga bisa keluar kantor tanpa ketahuan. Aturan permainannya sangat mirip dengan ludo.


Perhitungan Matematis Permainan Ludo

Permainan ludo sangat terkait dengan probabilitas karena setiap pemain memiliki strategi sendiri dengan peluang yang berbeda-beda dan acak. Hal ini membuat ludo menjadi objek yang menarik untuk diteliti, apalagi dengan perkembangan teknologi yang memungkinkan untuk membuat simulasi acak untuk mengamati probabilitas kemenangan dari permainan ludo.

Ludo, Permainan Klasik dengan Misteri Matematika

Pada paper games dan computational intelligence yang diterbitkan IEEE, peneliti bernama Faisal Alvi dan timnya ingin mengetahui strategi apa yang paling tepat digunakan di permainan ludo agar lebih dulu menyelesaikan permainan. Ia membagi strategi permainan ludo menjadi 5 yaitu random, agresif, defensif, cepat, dan gabungan. Dengan menggunakan metode perhitungan probabilitas, ia menghitung expected number of moves dari setiap strategi untuk mengetahui strategi mana yang paling tepat.

Pada riset berikutnya di tahun 2012, Faisal Alvi melanjutkan risetnya untuk permainan ludo dengan menghitung TD(λ) dan Q-Learning. Selain riset terkait perhitungan matematis terkait strategi dan probabilitas menang di permainan ludo, ada juga riset yang memanfaatkan sistem pada ludo untuk diterapkan pada petri net. Petri net merupakan salah satu bahasa pemodelan matematika untuk menjelaskan sistem yang terdistribusi.

Permainan Tradisional: Gatrik atau Tak Kadal

A. Sejarah Permainan Gatrik
Permainan gatrik adalah permainan tradisional dari Jawa Barat. Permainan tradisional di setiap daerah memiliki kesamaan bentuk pada beberapa jenis permainan, namun cenderung berbeda penamaan permainannya. Dan salah satunya adalah permainan gatrik, atau dengan nama lain seperti tak kadal, patil lele, maupun benthik karena setiap daerah mempunyai nama lokal tersendiri.
Menurut Muhammad Zaini seorang pendiri komunitas Hong (2011), gatrik pada masanya pernah menjadi permainan yang popular di Indonesia. Gatrik merupakan salah satu permainan tradisional jaman dulu yang dimainkan oleh anak-anak secara kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 2 orang sampai 4 orang. Permainan ini menggunakan alat dari dua potongan bambu yang satu menyerupai tongkat berukuran panjang dan lainnya berukuran lebih kecil.
B. Alat Permainan Gatrik
1. Dua potongan bambu berukuran kira-kira 30 cm dan 10 cm
2. Batu bata
Putar Video
C. Cara Bermain Gatrik
Untuk dapat memainkan permainan tradisional ini sangat gampang. Ada beberapa hal yang harus dipenuhi dan diperhatiakan.
1. Lapangan
Permainan ini tidak memerlukan peralatan yang terlalu banyak. Hanya memanfaatkan lingkungan sekitar seperti lapangan atau tanah terbuka. Permainan ini bisa juga dilakukan di pantai, halaman, dan berbagai tempat terbuka lainnya.
2. Jumlah pemain
Permainan ini dibentuk menjadi dua kelompok yang terdiri dari kelompok pemukul dan kelompok penangkap, yang terdiri dari masing- masing ( 2-5) orang tiap kelompok. Di usahakan agar jumlah pemain disesuikan dengan luas area permainan.
3. Waktu permainan
Untuk memainkan permaianan ini tidak di perlukan waktu yang khusus. Artinya berakhirnya permainan ini tidak di tentukan oleh waktu, melaikan dalam satu set permainan ini di tentukan ketika satu regu kalah dalam permainan ini.
4. Penentuan kalah menang
Permainan gatrik ini agar dapat menentukan regu yang menang dalam permainan ini di tentukan dari skor yang di dapat oleh salah satu regu baik penangkap maupun pemukul.
5. Aturan permainan
Dalam permainan gatrik ini tidak memerlukan aturan yang khusus,hanya saja dalam permainan sipemukul di haruskan memukul dengan kena batang bambu yang kecil dan terlempar, dan untuk penangkap harus mampu/ berhasil menangkap batang bambu yang di pukul oleh sipemukul jika tidak sang pemukul akan mendapat nilai, maka disini sang penangkap harus berhasil menangkap bambu itu untuk menggagalkan si pemukul untuk mendapat nilai. Dan jika si penangkap berhasil menangkap bambu kecil itu maka, mereka harus bertukar tempat.
6. Cara memainkan
Ada tiga babak permainan, yaitu :
Mulai main
Untuk menentukan tim yang lebih dulu bermain sebagai pemukul, kita bisa melakukan suit, atau melemparkan kayu Gatrik pendek ke landasan di atas batu. Siapa yang melemparnya lalu masuk atau paling dekat dengan batu landasan, akan menjadi tim pemukul.
Babak Permainan
Babak Pertama
Babak Pertama adalah menyilangkan gatrik pendek di atas batu dan siap dilempar dengan gatrik panjang. Tim penangkap akan menjaga lemparan gatrik pendek, jika berhasil tertangkap maka giliran akan berganti. Jika tidak bisa menangkap, masih ada satu kesempatan lagi dengan melemparkan gatrik pendek ke gatrik panjang. Bila kena, tim penangkap akan berganti menjadi tim pemukul.
Babak Kedua
Bila tidak mengenai gatrik panjang , maka kita masuk babak kedua. Gatrik panjang dan pendek dipegang dengan tangan lalu gatrik pendek dipukul sekeras-kerasnya dengan gatrik panjang. Bila tertangkap, tim penjaga mendapat mempunyai peluang untuk bermain gatrik. Bila tidak, tim penjaga melemparkan gatrik pendek mendekati batu landasan, agar tim pemukul tidak mempunyai jarak per gatrik pendek untuk mendapatkan nilai.
Babak Ketiga
Babak terakhir adalah apa yang disebut patil lele, letakkan dengan posisi miring di landasan batu. Pukul bagian ujung hingga terlempar ke atas, lalu segera dipukul lebih keras lagi ke depan. Tim penangkap tetap bertugas menangkap gatrik pendek. Bila tidak tertangkap, tim pemukul akan meneruskan permainan dengan memukul ujung gatrik yang pendek gatrik pendek di atas tanah (seperti memukul bola golf tapi sambil kaki mengangkang). Dalam memukul gatrik pendek, dilakukan secara estafet (jika pemain ke-1 gagal memukul, diganti pemain ke-2, dst.). Jarak yang diukur dengan gatrik pendek itu menentukan kemenangan tim. Tim yang menang biasanya akan dihadiahi oleh tim yang kalah dengan diakod (digendong) dengan jarak sesuai jauhnya gatrik pendek yang dipukul.
Permainan ini membutuhkan kelincahan dan kecepatan. Pemain harus hati-hati saat memainkannya karena semakin kencang gatrik meluncur, tim penangkap harus sigap untuk menghindari cedera terkena kayu gatrik. Cara bermain/peraturan bermain gatrik ini di setiap daerah bisa berbeda-beda.

Monday, 16 April 2018

Cerita Bergambar Malin Kundang - Cerita Rakyat Dari Sumatera Barat


Pada zaman dahulu kala, ada sebuah keluarga miskin yang terdiri dari sorang ibu dan anak satu-satunya yang bernama Malin Kundang. Bapak dari Malin sudah tiada ketika dia masih bayi. Sedangkan, ibu Malin bekerja sangat keras sepanjang hari agar mereka bisa makan dan bertahan hidup.

Sang anak, Malin adalah anak baik dan pintar, meskipun agak sedikit nakal. Ia selalu membantu ibunya setiap saat dan sangat mencintainya. Tidak terasa waktu  cepat berlalu , Malin pun tumbuh menjadi pria pintar, tampan, dan kuat. Namun, meskipun ia dan ibunya bekerja sangat keras, masih saja mereka tetap miskin. Akhrinya Malin pun sedih melihat ibunya masih bekerja di waktu tuanya, ia akhirnya meminta ijin pergi untuk mencari kerja di kota.

“Mak, saya ingin pergi ke kota besar untuk mencari pekerjaan.” Ungkapnya.
“Hmm, Jangan tinggalkan ibu sendiri anakku.” jawab Ibunya.
“Tapi, saya harus pergi, Ma. Saya tidak mau melihat Ma bekerja keras seperti ini. Saya janji saya akan kembali ketika sukses nanti.” sambutnya.


Akhirnya, dengan perasaan berat hati, sang ibu  merelakan anaknya pergi ke kota. Pada keesokan harinya, Malin pergi ke kota besar dengan menumpang sebuah kapal besar. Sang malin adalah pria yang tampan, cerdas, dan kuat. Hal ini membuat banyak gadis jatuh cinta, termasuk juga puteri sodagar terkaya di kota tersebut.
Ternyata Malin juga jatuh cinta padanya. Oleh karena itu, untuk menikahi gadis itu, ia bekerja sangat keras. Ia bahkan mengubur semua masa lalunya, mulai dari asal, bahkan ibu kandungnya sendiri. Hingga akhirnya mereka menikah. Kemudian ia pun menjadi orang terkaya di kota dengan memiliki banyak rumah besar, kapal dagang, dan banyak buruh atau budak.
Sang Malin pun hidup dengan sejahtera saat itu, namun dia lupa akan ibu kandungnya. Ia lupa ibunya yang selalu berdoa memohon keselamatannya. Ia lupa ibunya yang selalu menunggu anaknya kembali setiap pagi di tepi laut. Ia lupa ibunya yang sangat mencintai dan merindukannya. Namun, Malin tidak pernah kembali.


Pada Suatu hari, istri Malin ingin pergi liburan di pulau sebarang yang memakan waktu 3 hari perjalanan menggunakan kapal.  Malin pun menyiapkan kapal besar mewah miliknya untuk berlayar kesana. Namun, di tengah perjalanan kesana, badai menghadang laju kapalnya, sehingga menyebabkan kapal harus berlabuh di pulau paling dekat. Tak disadari ternyata pulau tersebut adalah pulau dimana Malin lahir.


Langka sekali, sebuah kapal mewah besar berlabuh di pelabuhan pulau dimana semua warganya adalah nelayan ikan. Pada saat kapal tersebut berlabuh, ramai warga yang tinggal dekat pelabuhan datang untuk melihat dan berkumpul, termasuk pula ibunya Malin. Sang ibu pun terkejut dan menagis senang. Ia melihat Malin di kapal tersebut. Ia melihat Malin kembali untuk menemui sang ibu. Dengan teburu buru, Sang Ibu Malin pergi menemui anak tercintanya, Malin.


“Hei, Apakah itu kau, Malin? Apa kah itu kau, anakku yang tercinta? Saya ibu mu, kamu masih ingat?” Tanya Ibu.
“Hah, Anak? Ia bilang kamu adalah anaknya? Apakah itu benar, Malin ku sayang? Wanita miskin, bau, tua ini adalah ibumu?” sang Istri Malin terkejut.
“haah, Buk.. Bukan, istri ku sayang. aku tidak tahu wanita miskin ini. Aku tidak tahu kamu wanita tua, miskin bau!” Jawab Malin.


Jawaban dari Malin tersebut sugguh melukai hati ibunya. Sang Ibu pun menangis. Iia tidak percaya anak kandungnya akan melakukan hal buruk itu padanya. Dengan pasrah, ia berdoa kepada Tuhan yang kuasa untuk membalas apa yang telah anaknya perbuat kepada dirinya.


Tak disangka tiba-tiba, angin bertiup kencang dan badai bergemuruh dengan hebat. Kemudian, Malin dan istrinya kembali ke kapalnya untuk berlindung. Badai tersebut menjadi lebih buruk dan menghantam kapal Malin hingga menhancurkannya. Hampir setiap orang yang berada di dalam meninggal, termasuk juga istri Malin. Tak disangka, Malin sendiri terkutuk dan  tubuhnya berubah menjadi batu dan menyatu dengan karang.








Thursday, 11 January 2018

Mobil-Mobilan Kayu Tak Lekang Ditelan Jaman

KALIBATA-Menjadi modern tentunya bukan berarti harus meninggalkan kekhasan serta sejarah yang terkandung didalamnya. Hal ini bisa dilihat di salah satu sudut di Jakarta, yakni di kawasan Kalibata, Jalan Raya Pasar Minggu, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Beberapa petak tanah di samping jalan yang mengarah ke Pasar Minggu masih digunakan untuk menjajakan salah satu ide orisinil karya anak negeri dalam wujud mainan kayu anak-anak.
dilokasi tersebut terdapat puluhan replika mobil-mobilan seperti berbagai bus, truk, bus, bajaj, kuda-kuda ayun bahkan ada miniatur Bus Way, miniatur Truk Pertamina, dan miniatur lainnya terpajang rapi dan terjaga di beberapa kios di tempat ini.
Sukma (55) pedagang mainan yang menempati lapak berukuran 5x5 m2 ini mengaku sudah 45 tahun berjualan mainan tradisional ini, bahkan ia generasi kedua setelah kakaknya yang berjualan pertama kali.
"Ini sudah ada tahun 70an, saya generasi kedua setelah kakak saya, jadi saya yang meneruskan pekerjaan ini," katanya kepada Warta Kota, Selasa (25/10/2016).
Material yang digunakan untuk membuat mainan ini cukup sederhana, seperti kayu, triplek, dan plastik tebal untuk jendela mobil maupun truk, dengan mengunakan cat kayu sebagai pewarna. Mobil kayu ini mempunyai daya seni yang bernilai tinggi.
Harga yang dipatok pun bervariasi sesuai dengan kerumitan atau detail mobil berbahan dasar kayu ini. Misalnya bajaj dipatok harga Rp 45.000, bus dengan ukuran sedang Rp 100.000-200.000, dan mobil yang mempunyai detail mirip dengan aslinya dipatok harga Rp 400.000.
Sukma mengatakan, pendapatannya dari berjualan mobil mainan tidak menentu. Jika sedang ramai ia bisa mengantongi Rp 700.000 perhari. Tempat ini ramai dikunjungi hari Sabtu dan Minggu, disaat banyak keluarga mengajak anaknya berbelanja mainan.
"Pembelinya itu bermacam-macam dari anak-anak sampai orang tua pun ada juga yang membeli karena mungkin di masa kecilnya tidak pernah beli yang seperti ini," katanya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Imam (45), satu dari dua penjual mobil mainan kayu di Kalibata ini . Ia mengatakan bahwa mainan ini masih banyak diburu para pembeli.
"Biasanya pembeli yang datang itu untuk hadiah ulang tahun, mereka yang datang karena mau membeli mainan yang berbeda jika mobil plastik sudah banyak yang jual," katanya.
Mobil-mobilan itu dibuat di Karawang. Dalam seminggu ia bisa membuat 20 mobil mainan.
"Kami bikin dari karawang, karena Karawang sendiri memang tempat home industri pembuat kerajinan ini. Kalau tidak salah ada lima industri yang beroperasi," katanya.
Namun terkadang Imam juga membuat mobil mainan di kiosnya. Hal ini dilakukan ketika tempat industri tidak beroperasi. Di kiosnya yang sempit Imam hanya membuat mainan yang tidak rumit seperti kinciran dan mobil kecil.
Kris (50), salah satu pembeli mengatakan, ia mencari mobil kayukarena sudah bosan dengan mobil berbahan dasar plastik, serta anaknya lebih menyukai mobil kayu. Pria ini juga mengajak keluarganya ke tempat ini.
"Kebetulan anak saya ulang tahun, jadi saya mau membelikan mainan, saya ajak kesini, dia juga senang dengan mobil kayu ini, mobil mainan ini kan salah satu karya bangsa jadi siapa yang mau beli kalo bukan kita," katanya.
Para pedagang mobil kayu ini tetep bertahan lantaran peminat mobil kayu sendiri masih diminati, dan tempat penjualannya memang tidak banyak sehingga mereka tidak ada lawan bersaing, adanya mobil mainan plastik juga tidak berpengaruh pasalnya mereka punya pangsa pasar yang berbeda.
Bagi anda yang ingin membeli mobil kayu ini bisa datang ke Kalibata mengarah Pasar Minggu, kios-kios ini dibuka mulai pukul 07.00 WIB sampai 21.00 WIB setiap harinya. 

Wednesday, 15 November 2017

Membuat Mobil Mobilan dari Kulit Jeruk Bali


mobil-mobilan jeruk bali adalah salah satu mainan tradisional yang dimiliki Indonesia. mainan ini sangatlah ramah lingkungan, karena terbuat dari kulit jeruk bali. mainan ini tidak diketahui dari mana asal-usulnya, namun pada jamannya, mainan ini sangatlah populer dan digemari anak2.

CARA MEMBUAT :
Coba anda ingat-ingat kembali kemasa kecil, pernahkah anda membuat mainan sendiri? Pernahkah anda membuatnya dari bahan tumbuh-tumbuhan yang ramah lingkungan? Saya akan coba kembali menumbuhkan ingatan anda dalam membuat mainan anak-anak dari bahan kulit Jeruk Bali. Disamping manfaat diatas, kulit Jeruk Bali dapat dibuat juga dibuat sebuah mainan anak-anak yang ramah lingkungan, disamping itu dapat menumbuhkan sifat bijak terhadap anak dalam mempergunakan barang-barang yang disediakan oleh Bumi ini. Saya akan menerangkan secara singkat bagaimana membuat mainan tersebut:


1. Belilah sebuah Jeruk Bali, lihat dan perhatikan penampang Jeruk Bali tersebut sebelum mengupasnya.
2. Buatlah tanda dengan ujung pisau sebagai arah irisan, buatALI dari atas hingga bawah dan jadikan 1/4 bagian dari buah tersebut.



3. Mulailah dengan mengiris secara perlahan (gunakan ujung pisau) atur sehingga ujung pisau hanya mengiris bagian kulitnya saja dan tidak mengiris hingga bagian dalam.

4. Bukalah irisan tersebut sehingga didapat 1/4 bagian kulit buah tersebut.


5. Selanjutnya belahlah 1/4 bagian tersebut dengan arah memanjang menjadi 2 bagian yang sama luasnya
6. Salah satu bagian (kita sebut badan), potong salah satu ujungnya sehingga terlihat tumpul dan berilah lubang seperti terlihat pada gambar

7. Lalu kemudian buatlah potongan bagian yang lainnya untuk membuat rodanya menjadi 2 buah, lalu berilah lubang namun jangan sampai tembus ke permukaan dibaliknya.
8. Pada bagian badan berilah lubang pada sisi ketebalannya hingga menembus sisi lainnya (seperti terlihat pada gambar), lalu berilah potongan sedotan plastik sepanjang kedalaman lubang tersebut.
9. Sekarang kita sudah memiliki bagian badan dan 2 buah roda, buatlah poros dengan menggunakan tusuk sate yang terbuat dari bambu (usahakan penampangnya sebulat mungkin) lalu potong sepanjang kedalaman poros ditambah 2 kali ketebalan kulit jeruk tersebut.
10. Saatnya mulai perakitan, rakitlah terlebih dahulu poros bambu masukkan kedalam lubang yang terdapat dibagian badan, baru tancapkan roda pada ujung poros kiri dan kanan bambu tersebut.
11. Berilah jarak antara roda dengan badan agar roda dapat berputar bebas.
12. Akhirnya kita sampai pada bagian akhir dari pembuatan mainan yang ramah lingkungan, ikatkanlah benang pada bagian badan pada ujung tumpulnya yang telah diberi lubang sebelumnya (agar lubang tidak cepat aus tergesek benang, berilah sedotan plastik pada lubang tersebut sehingga benang tidak langsung kontak dengan bagian badan tersebut).
13. Mobil-mobilan mini ini siap untuk diberikan kepada buah hati anda












Sunday, 24 September 2017

Berburu Bungkus Rokok - Mainan Jadul yang terlupakan


Berburu bungkus rokok, hayo siapa yang pernah mengalami berburu bungkus rokok ?? nyari bungkus rokok bahkan sampai berkeliling. Mulai dari nyari di tempat sampah sampai nyari bungkus rokok di pasar atau tempat keramaian lainnya. emang buat apaan sih bungkus -bungkus rokok itu ???..
dulu saat saya masih kanak-kanak tepat nya di era 90an bungkus rokok kami jadikan sebagai alat pembayaran pengganti uang. Karena bungkus rokok digunakan untuk pembayaran ketika sedang taruhan

Kami tentu saja tidak mungkin menggunakan uang sungguhan. Kami menggunakan bungkus-bungkus rokok sebagai alat pembayaran. Bungkus-bungkus rokok yang sudah tidak terpakai kami kumpulkan, kami buang kertas timahnya, kami bersihkan dari sisa-sisa tembakau. Setelah itu, kami lipat dua dengan rapi dan jadilah uang-uangan.

bungkus rokok kami beri harga sesuai dengan merk nya, semakin susah di cari maka akan semakin mahal, misal untuk bungkus rokok gudang garam dan djarum super harga nya Rp.2000an, Tapi untuk rokok wismilak itu 20 ribuan untuk menentukan harga masing2 bungkus rokok ya sesuai kesepakatan bersama bahkan ada yang sampai ratusan ribu bahkan jutaan rupiah seperti bungkus rokok long beach atau rokok produksi luar negeri yang jarang di jual di indonesua

Dengan menggunakan uang-uang itulah, kami bermain. Permainan bisa beragam, selain bermain kartu remi dan dadu, kami juga menggunakan gambar. Gambar-gambar dari setiap peserta dikumpul, dilemparkan ke atas. Bagi yang terbalik, gambarnya dianggap mati. Gambar-gambar ini aku lihat sampai sekarang masih sering dijual. Ada gambar Batman, James Bond,donald duck, dan lain-lain.
Sebagian besar rokok-rokok yang kami gunakan bungkusnya sebagai alat pembayaran itu, kini, sudah tidak diproduksi lagi. Rokok ternyata memang sangat berbahaya buat Anda, namun buat kami, bungkusnya sangat berharga.**

Permainan Adu Biji Karet

Buat anak yang masa kecilnya di era 90'an pasti gak asing lagi sama permainan yang satu ini, yaitu adu biji karet . untuk mendapatkan biji karet biasanya di sekolahan SD ada abang - abang yang jualan biji karet atau beli di tukang mainan keliling. Main adu biji karet biasanya dilakukan setelah pulang sekolah dengan teman main di rumah.. kadang ada juga yang nekat main adu biji karet saat istirahat jam pelajaran di sekolah dan kalau ketahuan oleh guru maka biji karet akan di sita...hehehe..pengalaman pribadi nih..untuk cara bermain adu  biji karet cukup mudah yaitu :



Permainan diawali dengan pengundian dengan cara suit. Pemain yang menang dalam undian berhak untuk menghantam biji karet lawan terlebih dahulu. Sementara pemain yang kalah harus merelakan biji  karetnya berada di bawah biji karet pemain yang menang untuk dihantam atau diremukkan.


Permainan dilakukan dengan cara menyusun dua buah biji karet –yakni biji karet pemain yang kalah suit di bawah dan biji karet pemain yang menang suit di bagian atas—pada satu titik secara bertumpuk. Kemudian biji karet yang sudah disusun tersebut diremukkan dengan cara menekan tumpukan tersebut dengan tangan. Jika pada satu kali remukan tidak ada biji karet yang pecah, maka pemain diganti dengan yang lain hingga ada salah satu biji karet yang pecah. Adapun pemenangnya adalah pemilik biji karet yang tetap bertahan (tidak pecah) saat permainan.

Oleh karena itu, salah satu kunci untuk memenangkan permainan tradisional adu buah getah ini adalah harus pintar-pintar memilih biji karet yang keras dan tidak mudah pecah. Umumnya, anak-anak di daerah pedesaan yang terbiasa bermain adu buah getah ini sudah hafal betul ciri-ciri biji Karet yang juara untuk mengikuti adu Biji Karet ini.



Untuk Biji Karet yang kita gunakan sebagai Jagoan yaitu biji karet pilihan yang di sebut "Leongan" Kulit nya lebih Keras, Halus dan Berurat...Nah  "Leongan" ini Sangat di rawat sama pemiliknya bahkan Biasanya saya gosok dengan Kemiri Biar tambah mengkilap, Ada juga yang memakai trik curang yaitu Dengan membuat lubang kecil dengan peniti lalu membuang Isi "Leongan" dan Di Ganti Isinya dengan Semen ..kalau ketahuan ya biasanya langsung di keluarin dari arena pertarungan...hahaha ada-ada aja ya....

Popular Posts